Selasa, 09 Desember 2014

Writing Article Competition in Pusat Bahasa Unesa

compiled by :
Santi, S.Pd

                 It was Tuesday December 9th 2014. It was a special day because almost English Students of PPG Unesa gathered in Pusat bahasa Unesa in case of joining Writing Article Competition. It was held to celebrate Fifty Unesa's Anniversary. Let's check it out our activity today!
                At seven a.m, we gathered in front of Asrama Putri Unesa. We were fifteen altogether. We went there by motorcycle. Arriving there, we entered to Pusat Bahasa. We waited for the officer coming. While waiting for her coming, Mbak Yunik and I went to the canteen to buy milk and bread as the menu for breakfast. At ten to nine, our chief of English class, Mas Rico called us to enter in the classroom. We signed as the registration ofWr iting Article participant then we had a seat. Everybody was free to choose the seat said the officer. So, we had a seat as we want. I had a seat beside  Yunin and Mbak Yunik. bang Karlo had a seat in front of me while mas Rico and bang Yogi had a seat behind me. At five to nine, we started writing an article. We may not bring anything while joining this competition although a piece of paper and a pen. We wrote an article by typing in a computer and we had to stop writing at five to eleven. The theme in this writing article competition is "Teaching English through Technology in Indonesia." Since the first time of writing, the atmospher of the class became silent. Everybody was busy with her/his writing. At five to nine, we stop writing. All of the participants went out from the class. "Thanks Mam" I said to the officer.
                    After going out from Pusat Bahasa, we went to foodcourt Unesa to have brunch (breakfast and lunch). Hehehe... Then, Mbak Yunik and I went to Royal. We bought pie then we ate together in foodcourt. After that, I bought two blouses. Next, we went out from Royal. It rained outside. So, we took our motorcycle then went home. On the way, it was drizzle. So, I rode my motorcycle carefully. Arriving at Asrama Putri Unesa, I parked my motorcycle in the parking area then we went upstair. I do hope I win this competition. Amiiin.











Sabtu, 22 November 2014

Sepeda Ontel, Antusiasme dan Masyarakat Mojokerto

oleh:
Santi, S.Pd

             Era globalisasi menuntut seseorang untuk bergerak cepat dan bekerja ekstra. Tak ayal sebangian besar masyarakat kota lebih memilih menggunakan alat transportasi modern seperti halnya sepeda motor atau pun mobil pribadi saat bepergian, bisnis ataupun jalan-jalan. Namun demikian, masih ada kalangan masyarakat yang masih ingin bergaya hidup sehat yakni dengan mengayuh sepeda ontel. Hal ini dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Pahlawan. Kegiatan ini saya temukan di kota Mojokerto, Jumat 22/11/2014 kemarin. Seperti apakah sepeda ontel yang dikayuh, apa kostum yang digunakan  dan bagaimana antusisme masyarakat Mojokerto dalam aksi mengayuh sepeda ontel dari kota Mojokerto? Mari kita simak foto-foto berikut ini. Check it out!
           
Gambar 1 : Sepeda Ontel Modifikasi Penuh Gaya

Gambar 2: Kostum Pejuang dan Bendera Merah Putih saat Mengayuh Sepeda Ontel

Gambar 3: Semangat Para Pengayuh Sepeda Ontel Maksimal Tanpa Lelah

Gambar 4: Antusiasme Para Pengayuh Sepeda Ontel

Gambar 5: Pengayuh Sepeda Ontel Woles Tapi Gaya
          Sepeda Ontel adalah alat transportasi tradisional, tanpa bahan bakar dan praktis untuk dikendarai saat melakukan aktivitas santai. Aktivitas mengayh sepeda ontel menjadi pilihan mudah untuk bergaya hidup sehat. Masyarakat Mojokerto telah menunjukkan antusiasmeyang luar dalam mengayuh sepeda ontel. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah peserta pengayuh sepeda ontel. Kostum yang digunakan pun sesuai dengan tema Hari Pahlawan yakni kostum pejuang. Marilah kita teladani gaya hidup sehat para pengayuh sepeda ontel karena kesehatan adalah nikmat yang tiada tara, amat berharga dan wajib untuk dipelihara.

Wassalamualaikum, wr.wb.
Surabaya, 22 November 2014
Santi, S.Pd

:)






Rabu, 19 November 2014

Kejuaraan Atletik, Gelora Pancasila dan Semangat Berolahraga

Oleh:
Santi, S.Pd

                 Pagi itu, Minggu 17 November 2014 saya , Pak Komang, Pak Frans, Pak Rian dan Bu Rita ikut mengantar pata atlet SMP Negeri 34 Surabaya untuk mengikuti Kejuaraan Atletik For Fun Session 4 2014 di Gelora Pancasila. Sesampai di Gelora Pancasila, kami berbagi tugas untuk memberikan dukungan semangat kepada para atlet yang berjumlah 9 siswa. Empat siswa diantaranya adalah Sakuntala, Ratna, Yudhistira dan Yehuda mengikuti cabang lempar lembing. Tiga siswa diantaranya adalah Mahesa, Nava dan M.Rizal mengikuti cabang tolak peluru. Dua siswa diantaranya mengikuti cabang lompat jauh.Kejuaraan dimulai pukul 07.30 sampai selesai. Berikut ini adalah keseruan-keseruan saat para atlet berlomba-lomba menjadi sang juara pada cabang masing-masing. 
Upacara Pembukaan Kejuaraan Atletik For Fun Session 4 2014
Cabang Lari Siswa SMP
Cabang Lompat Tinggi Siswa SD
Cabang Lempar Lembing Siswa SMP
Cabang Tolak Peluru Siswa SMP
Cabang Lompat Jauh Siswa SMP
                Perjuangan merebut juara berbuah manis. Para atlet SMP Negeri 34 Surabaya pun menjadi juaranya. Berikut ini adalah dokumentasi kemenangan para atlet bersama para juri masing-masing cabang olahraga atletik.
Check it out!
Cabang Tolak Peluru Putra Tingkat SMP "M.Rizal Atlet SMP Negeri 34 Surabaya Sang Juara Pertama"
 
Cabang Tolak Peluru Putri Tingkat SMP "Nava atlet SMP Negeri 34 Surabaya Sang Juara Harapan II" 


Cabang Lempar Lembing Putra Tingkat SMP "Yudhistira atlet Sang Juara II dan Yehuda Sang Juara Harapan II"

Cabang Lempar Lembing Putri  Tingkat SMP "Ratna atlet SMPN 34 Surabaya Sang Juara Pertama"

Cabang Lompat Jauh "Atlet SMPN 34 Surabaya sang Juara III dan Sang Juara Harapan I"
Begitulah prestasi para atlet SMP negeri 34 Surabaya yang sangat membanggakan. Semoga generasi adik kelas akan menorehkan prestasi yang unggul pada cabang atletik tahun depan. Amin.
Berikut ini adalah sesi foto-foto kami para guru PPL SMP Negeri 34 Surabaya bersama para atlet dan Guru Olahraga SMP Negeri 34 Surabaya sebagai wujud kegembiraan dan kebangaan kami pada para atlet SMP Negeri 34 Surabaya. Check it out!

"Saya bersama Dua Atlet SMP Negeri 34 Surabaya Cabang Lompat Jauh"
Pak Achiyar, Saya, Pak Komang dan Para Atlet SMP Negeri 34 Surabaya 
Semangat!!!  
Pak Frans, Saya, Pak Achiyar dan Atlet SMPN 34 Surabaya
Bravo... Semangat Berolahraga!!!
Pak Achiyar, Ibu Agustina, Pak Joko dan Para Atlet SMPN 34 Surabaya

Penyerahan Piagam dan Kalung Juara kepada Ibu Kepala SMPN 34 Surabaya

Alhamdulillah..... Semangat terus para atlet SMP Negeri 34 Surabaya!!!
Torehkan terus bakat olahragamu!

Sampai jumpa lagi.
Surabaya, 21 November 2014
Santi, S.Pd bersama Mbak Yunik S.Pd

:)





              



Senin, 27 Oktober 2014

Kesan Pertama PPL di SMPN 34 Surabaya

Kesan Pertama PPL di SMPN 34 Surabaya
oleh:
Santi

Welcome to SMP Negeri 34 Surabaya
Depan SMPN 34 Surabaya
              Tanggal 14 Juli 2014 adalah hari pertama bagi saya dan teman-teman PPL di SMP Negeri 34 Surabaya untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Seminngu sebelumnya telah terpampang nama-nama anggota PPL PPG beserta tempat PPL PPG di lobi gedung PPPG Unesa. Kerumunan mahasiswa PPG membanjiri lobi dengan penuh rasa penasaran di mading timur dan barat. Ada 13 sekolah mitra PPL PPG Unesa yakni SMAN 1 Surabaya, SMAN 4 Surabaya, SMAN 6 Surabaya, SMAN 7 Surabaya, SMAN 10 Surabaya, SMAN 13 Surabaya, SMAN 18 Surabaya, SMAN 22 Surabaya, SMPN 13 Surabaya, SMPN 16 Surabaya, SMPN 28 Surabaya, SMPN 34 Surabaya dan SMP Lab Unesa. Dengan penuh teliti saya mengecek nama saya. Alhasil, saya ditempatkan di SMPN 34 Surabaya dengan anggota 11 mahasiswa dan 3 prodi yakni penjasorkes, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dan pendidikan bahasa Inggris. Mereka adalah Rian Tri Yulianto (Penjasorkes), Fransiskus Kaverius Keo (Penjasorkes), Komang Darmawan (Penjasorkes), Fery Nur Marlin (bahasa Inggris), Ine Rahma Anggraini (bahasa Inggris), Santi (bahasa Inggris), Tika Dwi Jayati (bahasa inggris), Sri Muliyati (bahasa dan sastra Indonesia), Saiful Rahmad (bahasa dan sastra Indonesia), Siti Laili Fitria (bahasa dan sastra Indonesia) dan Siti Muayatin Tuaifah (bahasa dan sastra Indonesia).

 
Anggota PPL SMPN 34 Surabaya

               Kepengurusan PPL di SMPN 34 Surabaya sudah kami bentuk melalui voting pada rapat pertama tanggal 4 Juli 2014 di lantai dasar Asput Unesa. Ketua Santi, Wakil Ketua Fransiskus, Sekretaris Sri Muliyati, dan bendahara Fery Nur Marlin. Akomodasi transportasi, nomor kontak anggota dan juga pin bb telah kami catat sedemikian detail. Kami juga membuat grup bbm anggota PPL SMPN 34 Surabaya demi kelancaran komunikasi antar anggota. 

               Hari pertama PPL di SMPN 34 Surabaya sungguh berkesan bagi kami. Senin itu, jam 09.00 kami dan DPL yang menyerahkan kami ke SMPN 34 Surabaya yakni Bu Trinil berada di ruang tamu SMPN 34 Surabaya. Kami menunggu bertemu dengan Bapak Kepala Sekolah, Bapak Tjipto Wardoyo untuk serah terima anggota PPL ke SMPN 34 Surabaya. Setelah menanti selama 90 menit, akhirnya kami bisa bertemu dengan Bapak Kepala Sekolah. Alhamdulillah. Setelah acara serah terima selesai, kami bertemu dengan guru pamong masing-masing prodi. Untuk prodi bahasa Inggris Bu Listya, prodi bahasa dan sastra Indonesia Bu Al, dan prodi penjasorkes Pak Achiyar. Setelah itu, kami berkenalan dengan dewan guru di ruang guru.

Perkenalan anggota PPL dengan dewan guru di ruang guru
             
Saat berangkat PPL dari Asput Unesa

SMPN 34 Surabaya
               Seusai perkenalan di ruang guru, kami menemui Bu Al selaku wakasek untuk menerima beberapa informasi. Bu Al menyampaikan bahwa banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan di SMPN 34 Surabaya diantaranya LCD, dan wifi gratis di ruang perpustakaan, ruang staff, dan di lab. Kegiatan ekstrakurikuler diantaranya adalah pramuka (Kamis), dan ekstra olahraga (Sabtu). Untuk kesepakatan seragam di hari Senin-Selasa adalah PDH Abu-abu, Rabu-Jumat adalah batik. 
                Terima kasih dan selamat PPL teman-teman. Semoga PPL nya lancar sampai selesai. Amiiin. Bravo!!!

Surabaya, 14 Juli 2014
Santi







               

Sabtu, 25 Oktober 2014

Getting Sick for Three Days

Getting Sick for Three Days
by:
Santi

Getting sick during three days in a holiday was a terible experience for me. The story was like this. 
I went home with mbak Tika, my classmates after school at 1 p.m.. Indeed, we prepared everything to go home. At 2.30 p.m. we signed permission letter in security post of Asput Unesa. Then we went home by mbak Tika's motorcycle.

Two hours later, we arrived to Ngimbang bus station. Just then, the bus came. I had said thanks to mbk Tika before I got in the bus. At a quarter to five, I arrived in fron of my gate village. Suddenly, it rained. Fortunately, my sister picked me up with her bike. After that, I took a bath then prayed afternoon prayer. Since then, I got sick until Sunday. Fortunately, on Saterday I had seen the doctor in Bu Prima to check my healty. Then I got the pill and drank it to get better.



Broken Door

" Broken Door "
by:
Santi

When I went back to my dormitory room, a freaking thing happened. My door was broken because my roomates had broken it. Indeed, I was too angry. I asked Ida, one of my roomatea about how the chronology of the broken door was. She told me that both of she herself and Wulan had broken it bevause the key was out of order. I did not think that both of them did it. I was shocked. But, let it go. Then, I prayed Evening Prayer and did chating through whatsapp with my classmates. 
Then, I went to sleep.

Surabaya, April 21st 2014
Santi

Eating Lontong Kikil

" Eating Lontong Kikil "
by:
Santi

           That day was Sunday, April 20th 2014. After three days holiday at home. That day I had to go back to Surabaya because the on following day I had to join lecturing in PPG Campus. I went to Surabaya with mbak Lia by her motorcycle at five p.m. from Kabuh, my village.
           It rained when we went to Surabaya so we wore the rain coat. We also stopped to pray West Prayer in Mojokerto. Then, we continued riding motorcycle. In Mojokerto, we stopped to have supper with the menu " Lontong Kikil" and Warm Orange Juice. It was the first time for me eating Lontong Kikil. It's delicious, I thought. Next, we continued going to Surabaya. We stopped to buy "Terang Bulan" cake near Unesa Lake. Then, we went to Asput Unesa. At 8.15 p.m. we arrived there. We did checklock or fingerprint before going upstair. I said thanks to mbk Lia because that day was the happy day for me to trip from Jombang to Surabaya in the evening. It was like a wonderful trip seeing the bright lamps in the night.

Surabaya, April 21st 2014
Santi