Minggu, 24 April 2016

PERINGATAN HARI ULANG TAHUN REPUBLIK INDONESIA KE-70



PERINGATAN HARI ULANG TAHUN REPUBLIK INDONESIA KE-70
DI KECAMATAN LEMBOR MANGGARAI BARAT NTT
Oleh: Santi, S.Pd, Gr.

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer-de-ka sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia, tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia, tetap setia
Membela negara kita

Tetesan air mata tak terasa saat aku mendengar apalagi menyanyikan lagu kemerdekaan itu. Begitu cinta dengan tanah airku Indonesia. Aku bangga menjadi anak Indonesia.
Tujuh belas Agustus tahun empat lima adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan. Sejak saat itu, Indonesia secara sah menjadi negara yang merdeka. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-70 kali ini agaknya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya bagiku. Dua tahun yang lalu, aku memperingati HUT RI ke-68 di tanah pengabdian SM-3T yakni di Desa Gemeh Kecamatan Gemeh Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan setahun yang lalu, aku memperingatiu HUT RI-ke 69 di tempat PPL PPG SM-3T LPTK Unesa tepatnya di SMPN 34 Surabaya. Dan spesialnya, di tahun ini tahun 2015, aku memperingati HUT RI ke-70 di tanah Flores, kampung halaman suami tercinta yakni di kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jika dilihat dip eta Indonesia, Kabupaten Manggarai Barat terletak di Pulau Flores dari tiga pulau besar lain di provinsi NTT yakni pulau Sumba dan Pulau Timor.
Ada hal yang spesial dari acara peringatan HUT RI ke-70 di kecamatan Lembor. Adalah serial drama yang diperankan oleh siswa-siswi dari Sekolah Dasar yang menceritakan perjuangan seorang pahlawan dari Manggarai yang bernama “Motang Ruah” . Drama dipentaskan dengan begitu all out, apik, dan lincah sehingga seluruh penonton terhipnotis alias terpukau dengan aksi peran pemain drama. Keren kan...
Sampai jumpa di peringatan HUT RI selanjutnya.

Watu Lendo, 17 Agustus 2015
Penulis

Santi, S.Pd, Gr

HUT GERAKAN PRAMUKA KE-54 TAHUN 2015



HUT GERAKAN PRAMUKA KE-54 TAHUN 2015
GERAKAN PRAMUKA KWARTIR RANTING LEMBOR
Oleh: Santi, S.Pd, Gr.

Tanggal berapakah Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka diperingati? Pertanyyan itu sering terdengar dari kakak Pembina yang dilontarkan kepada anggota pramuka. Ya, tepat sekali, jawabannya adalah gerakan pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus.
Ada yang spesial pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-54 di kecamatan Lembor ini, tempat di mana saya tinggal sekarang. Tepatnya di Dusun Watu Lendo, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Acaranya cukup meriah. Lokasi peringatan HUT  Gerakan Pramuka di Kwaran Lembor tepatnya di lapangan Yayasan Islam Jabal Nur. Kompleks yayasan ini meliputi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Jabal Nur, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Jabal Nur, dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Jabal Nur dengan bentuk gedung menyerupai letter U. Acara peringatan HUT Gerakan Pramuka yakni berupa perkemahan tiga hari dua malam dari tanggal 12 Agustus-14 Agustus 2015.
Berikut adalah hasil liputan kegiatan saat persami dilaksanakan:
Rabu, 12 Agustus 2015
Tepat pukul 14.05 WITA, tenda panitia telah usai dipasang di depan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Jabal Nur yakni menghadap ke selatan. Seluruh panitia perkemahan telah berembug untuk menyongsong jalannya acara dari pembukaan sampai penutupan. Pukul 15.00, gladi bersih upacara pembukaan dilaksanakan kemudian disusul acara pembukaan perkemahan pukul 15.30 sampai dengan selesai. Acara perkemahan iani diikuti oleh seluruh sekolah dari tingkat SD/MI sampai SMA/MA se- kecamatan Lembor. Usai acara pembukaan, dilanjutkan acara masak untuk persiapan makan malam dan bersih diri sebagai persiapan shalat Magrib dan Isyak. Shalat Magrib dan Isyak dilaksanakan secara berjamaah di Mushala Madrasah Aliyah Swasta Jabal Nur dengan penuh khusuk. Usai makan malam, acara dilanjutkan dengan pentas seni atau pensi di lapangan Yayasan Islam Jabal Nur. Seluruh anggota pramuka duduk santai mengelilingi api unggun dan menyaksikan ramainya pensi dari masing-masing tenda. Pukul 22.00 acara pensi selesai dan dilanjutkan mendayung ke pulau kapuk. Semoga mimpi indah. J J J
Esok harinya,
Kamis, 13 Agustus 2015
Seusai shalat jamaah di mushala MAS Jabal Nur, seluruh anggota pramuka beserta kakak Pembina mengikuti kegiatan Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) di lapangan. Keringat bercucuran tanda jiwa raga ini sehat walafiat. Capek tapi segar itulah yang dirasakan. Usai SKJ, adalah bersih diri kemudian disusul acara lomba-lomba yang telah terjadwal rapi oleh panitia lomba. Di sore hari, pukul 15.34 ada lomba masak dari bahan lokal. Seluruh peserta lomba sangat antusias dengan masakan atau hidangan makanan ringan yang telah mereka persiapkan. Memasuki ruang lomba, wauu... terkejut sekali saya sebagai dewan juri lomba masak. Masakan peserta begitu enak-enak dan menggoyang lidah. Ada klepon, gethuk, kolak kacang ijo, ketela yang digoreng mirip crispy dan lain-lain masih banyak lagi. Pokoknya mantap deh. Tereng....saatnya mengumumkan hasil lomba masak. Muridku dari MTs Jabal Nur mendapat juara 2. Wah senangnya sebagai kakak Pembina juga ikut bangga. Malam harinya, sekitar pukul 20.00 api unggun telah dinyalakan, suasana yang hening dan dingin sontak berubah seketika menjadi hangat dan gegap gempita. Seperti biasa, seluruh anggota pramuka telah duduk santai mengelilingi api unggun untuk menyaksikan pensi dari masing-masing tenda. Ada yang menampilkan tarian daerah NTT, drama lokal dan modern, joget dan juga puisi. Dari MTs Jabal Nur ada tampilan drama yang berjudul “Say No to Drugs”. Dramanya keren karena anak-anak all out dalam berperan. Sip deh. Kakak bangga dengan kalian. Jempol. Usai pensi, ada joget penguin untuk mengusir sedikit penat. Wow... jangan salah, antara kakak Pembina dan anggota pramuka kompak banget joget penguin. Seru deh. Hari sudah malam, waktunya mendayung ke pulau kapuk. sampai jumpa besok ya...!
Jumat, 14 Agustus, 2015
Ya, tak terasa hari ini adalah hari terakhir perkemahan tiga hari dua malam untuk memeriahkan HUT Pramuka ke-54 di kecamatan Lembor. Acara hari ini cukup singkat yakni penyerahan hadiah terhadap para pemenang lomba dan juga penutupan perkemahan. Alhamdulillah MTs. Jabal Nur juga mendapatkan juara. Usai penyerahan hadiah, ada hiburan tari-tarian khas NTT diantaranya adalah tari becang, tari SS, dan lain-lain.
Tereng.... tiba saatnya untuk acara penutupan perkemahan. Tepat pukul 15.00 acara penutupan dilaksanakan sekaligus dengan bongkar tenda.
Lelah tetapi senang itu yang dirasa
Begitu merindukan saat-saat acara seperti ini
Rindu dengan kebersamaan kalian
Semoga kita berjumpa lagi
di HUT Gerakan Pramuka Tahun Depan
Aamiin
Salam Pramuka!

Watu Lendo, 14 Agustus 2015
Penulis

Santi, S.Pd, Gr














Minggu, 10 April 2016

“ See You Java and Welcome to Flores “



“ See You Java and Welcome to Flores “
by: Santi, S.Pd, Gr

Jombang, Jawa Timur adalah kota kelahiran saya. Kota di mana saya dibesarkan oleh ayah dan bunda tercinta bersama adik kesayangan saya. Dua puluh enam tahun lamanya saya dibesarkan, dididik, dan dibimbing hingga menempuh gelar Gr (guru profesi) seperti sekarang ini. Terima kasih Bunda, terima kasih Ayah, terima kasih adik kesayanganku, Pakdhe Budhe, Paklek Bulek, Kakek Nenek, kakak dan adik sepupu, serta keponakan yang selalu mendukung saya. Di hari yang berbahagia itu, Minggu 26 Juli 2015 ayah telah menikahkan saya dengan sang Pangeran Flores yang kini menjadi suami saya, Mas Abu Hurairah M.Sundi. Tanggung jawab untuk mendidik dan membimbing saya kini telah ayah dan bunda berikan kepada suami saya. Semoga kami menjadi pasangan suami istri yang sakinah, mawaddah dan warrahmah. Aamiin.
Bunda, Ayah, Beb (panggilan untuk adik kesayangan saya), seminggu sudah saya dan suami di rumah pasca kami menikah. Dan hari ini Minggu, 2 Agustus 2015 saatnya saya berangkat ke rumah suami saya, Manggarai Barat, Flores, NTT. Berat rasanya saya harus meninggalkan bunda, ayah dan beb untuk tinggal bersama suami. Tetapi, inilah hidup. Tidak ada sesuatu yang datar. Pasti ada tantangan bagi seorang hamba yang ingin derajatnya ditinggikan. Kita sama-sama berdoa semoga panjang umur dan lancar rejeki . Yakinlah Bunda, Ayah, Beb, insya Allah kami akan selalu pesiar ke Jawa setiap tahunnya.
Saya selalu ingat di hari itu Bunda, Ayah, Beb sayang,
Minggu, 2 Agustus 2015, dini hari, Bunda membangunkan saya. Bunda menyuruh saya untuk mempersiapkan segala keperluan seperti koper dll yang akan dibawa ke Flores. Alhamdulillah malam tadi, saya sudah merampungkannya sehingga hari ini saya dan suami tinggal bersiap-siap berangkat saja. Pagi itu kita sarapan nasi jagung, gimbal klothok, dan sambal yang BUnda beli dari Mbak Narti (Mama Ika). Walaupun nasinya murah (Rp 3.000), tetapi rasanya mantap sekali. Saya suka. Tak lama kemudian, mobil Elef yang dikendarai Gok No telah siap menjemput. Mobilnya sarat dengan keluarga saya. Nenek Samirah, Dhe Ni, Mbak Titin ,Ega, Dhek Evi, Elly, Dhe Nik, Mas Roni, Dhek Ni, Prita, Icha, Lek Tati, Mbak Wahyu, Lek Mi, ditambah saya, Mas Abu, Beb, Bunda dan Ayah. Walaupun Pakdhe Mul tidak bisa ikut karena mau cari barang dagangan. Tetapi tidak apa-apa, Pakdhe Mul selalu mendoakan saya dan mensupport saya.
Sekitar pukul 08.30 WIB, kami sampai di bandara Juanda, Surabaya. Setelah check in, saya dan suami kembali menemui keluarga saya. Haru biru bercampur sedih tak dapat diungkakan lagi. Air mata kami jatuh tak tertahankan. Apalagi saat saya memeluk beb, Ayah, dan Bunda. Ya Allah kuatkan saya. Ayah, Bunda, Beb dan seluruh keluarga saya tercinta, jaga diri kalian baik-baik ya. Insya Allah saya akan selalu dijaga oleh suami. Insya Allah saya akan selalu baik-baik saja di tanah Flores. Insya Allah.
Waktunya boarding pass, kami harus segera menuju pesawat. Sampai jumpa lagi Bunda, Ayah, Beb dan semuanya. Assalamualaikum.
Dua jam perjalanan udara, Alhamdulillah kami sudah sampai di bandara Ngurah Rai, Bali tepat pukul 12.00. Alunan musik gamelan, menandakan ciri khas budaya Bali yang begitu anggun dan damai. Selamat datang di Pulau Dewata yang indah permai. Di sini, kami transit selama dua jam. Lumayan lama dan perut pun sudah mulai mengalunkan musick keroncong. Kami singgah untuk makan bakso dan air mineral ditambah nasi jagung yang kami bawa dari rumah tadi. Alhamdulillah badan menjadi fit kembali dan kami pun siap untuk mengudara menuju Flores. Tepat pukul 14.00 WITA, kami mengudara.
Perjalanan satu jam lumayan singkat. Tepat pukul 15.00 WITA, kami sampai di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Setelah mengambil barang-barang dari bagasi, kami segera menuju pintu keluar bandara. Takjub sekali. Kami telah disambut oleh keluarga dari Flores. Keluarga besar suami saya. Ipar-ipar dengan wajah yang sumringah mengulurkan tangannnya untuk memeluk saya. Subhanallah., saya senang. Tak lupa kami sempatkan foto selfie bersama mereka. Kami pun naik mobil menuju Marombok ke rumah Bapak Tua (Pakdhe).
Marombok nama desanya. Di sana ada rumah Bapak Tua (kakak sepupunya almarhum Bapak Mertua saya). Sekitar pukul 16.00 WITA, kami sampai di Marombok. Istirahat semalam di sana. Luar biasa sekali sambutan mereka kepada kami yang baru datang dari Jawa. Di malam hari, ada acara syukuran. Hidangan pun telah mereka siapkan. Seluruh keluarga besar berkumpul, mengucapkan selamat datang dan dilanjutkan makan bersama. Terima kasih keluarga Bapak Tua. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.
Sore harinya, Senin, 3 Agustus 2015, saatnya kami berpamitan dengan keluarga Bapak Tua di Marombok. Kami akan melanjutkan perjalanan satu setengah jam ke kampung halaman suami. Sempat saya mabok darat berkali-kali karena masuk angin. Tapi tak mengapa, demi menuju rumah suami, insya Allah saya kuat menempuh perjalanan darat ini. Tepat pukul 17.30 WITA, kami sampai di depan rumah. Kami segera menuju depan rumah untuk acara Wedi Ruha (upacara injak telur sebelum memasuki rumah suami). Ini adalah acara adat masyarakat Manggarai ketika seorang istri memasuki rumah sang suami untuk pertama kalinya. Upacara ini dimaksudkan agar pasangan suami istri terhindar dari bahaya. Memasuki rumah, kami disambut oleh keluarga besar suami saya. Kami sungkeman dengan seluruh keluarga besar. Tangis dan haru bercampur jadi satu. Mereka senang, kami berduia sudah datang dengan selamat. Acara dilanjutkan dengan makan bersama keluarga besar. Kata-kata khas yang saya dapat saat itu adalah “Mai cee ite rung” yang berarti selamat datang”  untuk menyambut tamu yang baru datang.
Seminggu kemudian, Sabtu 8 Agustus 2015 digelarlah acara syukuran (resepsi kecil-kecilan) kedatangan kami dari Jawa dengan mengundang masyarakat se-desa. Acara digelar seusai sholat Isyak. Alhamdulillah acara berlangsung lancar. Terima kasih saya ucapkan kepada keluarga besar tercinta yang mengadakan acara penyambutan ini. Sederhana tetapi bermakna dan luar biasa.

Watu Lendo, 9 April 2016
Penulis



Santi, S.Pd, Gr





Rabu, 01 Juli 2015

ARTI C.I.N.T.A



arti C.I.N.T.A

oleh : Sinta Meidiasari


          Semua makhluk di dunia ini adalah ciptaan Allah SWT. Betapa besar keagungan Sang Pencipta terhadap semua isi perut bumi dan alam semesta yang begitu indah. Subhanallah Maha Suci Allah... Kita sebagai manusia pantaslah dan patut bersyukur terhadap nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita semua tanpa terkecuali, salah satunya termasuk cinta. Kita sudah sering mendengar kata cinta bahkan sudah tidak asing lagi untuk didengar. Semua orang ingin mendapatkan cinta termasuk cinta Allah kepada kita semua. Bahkan memiliki hasrat untuk memiliki cinta itu. Tidak ada yang bisa menyalahkan cinta  karena cinta adalah salah satu Karunia Tuhan yang diberikan kepada kita sejak kita dalam kandungan. Iya,,,cinta itulah yang diberikan Allah kepada kita agar kita senantiasa mencintai apa yang telah diperintahkan oleh Allah dan para Rosul-Nya. Semua orang tidak mungkin tidak mengenal cinta. Semua orang pasti memiliki cinta. Bahkan orang yang tak pernah menyadari dirinya punya cinta atau pada dasarnya mereka telah mempunyai cinta yang ada pada dirinya,yaitu cintanya kepada Sang Pencipta. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya di setiap sujud ibadah mereka. Itulah cinta yang sebenarnya sebelum kita mengenal cinta kepada sesama manusia.
            Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Seperti halnya dengan kisah cinta para kaum Adam-Hawa. Ada yang mencintai dan ada yang dicintai. Cinta tak pernah mempermasalahkan apapun selama itu masih berada dalam batasan norma. Merajut cinta tanpa mempermasalahkan usia. Apalah arti cinta jika keduanya tak saling bahagia dan menjaga kebahagiaannya? Pastilah akan terasa hancur dan tak lengkap kebahagiaan itu.
“aku galau banget,habis diputusin pacar gua.... L”. Seperti inilah respon kesedihan kaum remaja adam/hawa saat kehilangan cinta dari sosok yang dicintainya. Mereka seakan-akan hanyut dalam kesedihan yang begitu dalam hingga tak terselamatkan nyawa kehidupannya. Memang cinta tak pernah bisa disalahkan, tapi kalau sudah terjadi frustasi berat hingga menggoyahkan nilai-nilai agama dan masuk dalam lingkaran hitam, siapa yang kita tunjuk sebagai tersangka?
             Wahai para sahabatku yang beriman,tidak seharusnya kita menyalahkan cinta kita yang telah ditanamkan oleh Allah kepada kita dengan suci dan keridhoan. Patutlah kita menjaganya dengan sebaik-baiknya. Kita harus mampu memilih tindakan yang semestinya kita lakukan yang membawa kita ke ridho Allah. Kita tidak boleh lama-lama berlarut dalam kesedihan kegagalan cinta kita di dunia ini. Yakinlah sahabatku bahwa kita tidak pernah gagal dalam mencintai dan memiliki cinta Allah. Karena setiap lembaran doa yang kita panjatkan pada Allah, Allah akan memberikan cinta dan kasih-Nya kepada kita semua melebihi apapun hingga kita mampu menjadi pribadi yang baik. InsyaAllah....
            Semoga tulisanku ini membawa manfaat bagi kita semua dan kita terus tetap meningkatkan cinta kita kepada Allah dengan menjalankan perintahnya dan mencari ridho-Nya. Aamiin,, Barokallah.


                                                                                                By : Shienta Mey
Kabuh, 1 Juli 2015